Sabtu, 24 Januari 2009

Belut

Masakan Papan Atas nan Bergengsi
Belut (
Monopterus albus) adalah salah satu sumber energi dan protein yang sangat potensial. Saat ini belut bukan hanya dikonsumsi oleh orang-orang pedesaan di Indonesia. Rasanya yang lezat dan tingginya kandungan protein yang terdapat di dalam dagingnya ternyata telah menghipnotis dan bikin kecanduan penduduk dinegara-negara Jepang, Hongkong, Cina, Malaysia, Taiwan, Korea Selatan dan Singapura. Negara tersebut merupakan negara pengkonsumsi belut paling besar di Asia. Di negara-negara seperti Italia, Perancis, Spanyol, Belanda, Denmark, Inggris, Australia, dan Selandia Baru sudah menjadikan belut sebagai menu tambahan dalam setiap hidangan.

Bahkan bangsa Jepang melirik belut untuk mendapatkan sedikit kenyamanan ketika musim panas melanda. Memakan belut sayur atau rebus selama musim panas, terutama ketika masa "Doyo Ushi no Hi." Sejak lama belut dipandang sebagai cara efektif untuk melawan hawa panas, dihidangkan di atas mangkuk nasi dan disiram kuah saus. Karena belut mengandung protein kadar tinggi, maka menyantapnya ketika musim panas salah satu cara untuk meningkatkan energi yang terkuras. Ketika musim panas melanda negeri itu, nafsu makan hilang gara-gara udara panas. Dalam setahun bangsa matahari terbit, menetapkan satu hari sebagai Hari Belut. Saat itulah para koki terampil dari restoran-restoran khusus bangun pagi-pagi sekali untuk merebus belut. Bahkan ada yang memasak belut sampai 1000 ekor. Ganbatte, yo. *uuueedan, tenan*

Bagi masyarakat Eropa, belut merupakan masakan papan atas yang hanya bisa ditemui di hotel berbintang dan restoran mewah. Tentunya, hidangan ini tidaklah murah harganya. Berdasarkan hal itu, tak ayal jika bisnis belut makin hari makin meningkat. Untung gua gak tinggal di Eropa, sehingga dengan beberapa ribu rupiah saja sudah bisa menikmati maknyus-nya masakan belut. ;)

Sumber Energi dan Protein
Menilik kandungan energi dan gizi yang ada pada belut juga cukup tinggi. Belut mempunyai nilai energi 303 kkal per 100 gram daging. Dibandingkan telur dan daging sapi, nilai energi belut jauh lebih tinggi. Bandingkan, nilai energi telur (162 kkal/ 100 g tanpa kulit) dan daging sapi (207 kkal per 100 g). Oleh karena itu belut sangat baik untuk digunakan sebagai sumber energi.

Nilai protein pada belut lebih tinggi dibandingkan telur. Nilai protein ini hampir setara dengan daging. Nilai protein belut adalah (18,4 g/ 100 g,) nilai protein daging (18,8 g/ 100g,) sedangkan nilai protein telur (12,8 g/100 g). Seperti jenis ikan lainnya, nilai cerna protein pada belut juga sangat tinggi, sehingga sangat cocok untuk sumber protein bagi semua kelompok usia, dari bayi hingga manula.

Protein belut juga kaya akan beberapa asam amino yang memiliki kualitas cukup baik, yaitu leusin, lisin, asam aspartat, dan asam glutamat. Leusin dan isoleusin merupakan asam amino esensial yang sangat diperlukan untuk pertumbuhan anak-anak dan menjaga keseimbangan nitrogen pada orang dewasa.

Leusin juga berguna untuk perombakan dan pembentukan protein otot. Asam glutamat sangat diperlukan untuk meningkatkan sistem kekebalan tubuh dan asam aspartat untuk membantu kerja neurotransmitter.

Tingginya kadar asam glutamat pada belut menjadikan belut berasa enak dan gurih. Dalam proses pemasakannya tidak perlu ditambah penyedap rasa berupa monosodium glutamat (MSG).

Kandungan arginin (asam amino nonesensial) pada belut dapat memengaruhi produksi hormon pertumbuhan manusia yang populer dengan sebutan human growth hormone (HGH). HGH ini yang akan membantu meningkatkan kesehatan otot dan mengurangi penumpukan lemak di tubuh. Hasil uji laboratorium juga menunjukkan bahwa arginin berfungsi menghambat pertumbuhan sel-sel kanker payudara.

Mineral dan Vitamin
Belut kaya akan zat besi (20 mg/100 g), jauh lebih tinggi dibandingkan zat besi pada telur dan daging (2,8 mg/ 100g). Konsumsi 125 gram belut setiap had telah memenuhi kebutuhan tubuh akan zat besi, yaitu 25 mg per hari. Zat besi sangat diperlukan tubuh untuk mencegah anemia gizi, yang ditandai oleh tubuh yang mudah lemah, letih, dan lesu.

Zat besi berguna untuk membentuk hemoglobin darah yang berfungsi membawa oksigen ke. seluruh jaringan tubuh. Oksigen tersebut selanjutnya berfungsi untuk mengoksidasi karbohidrat, lemak, dan protein menjadi energi untuk aktivitas tubuh. Itulah yang menyebabkan gejala utama kekurangan zat besi adalah lemah, letih, dan tidak bertenaga. Zat besi juga berguna untuk meningkatkan sistem kekebalan tubuh, sehingga tidak mudah terserang berbagai penyakit infeksi.

Belut juga kaya akan fosfor. Nilainya dua kali lipat fosfor pada telur. Tanpa kehadiran fosfor, kalsium tidak dapat membentuk massa tulang. Karena itu, konsumsi fosfor hares berimbang dengan kalsium, agar tulang menjadi kokoh dan kuat, sehingga terbebas dari osteoporosis. Di dalam tubuh, fosfor yang berbentuk kristal kalsium fosfat umumnya (sekitar 80 persen) berada dalam tulang dan gigi.

Fungsi utama fosfor adlaah sebagai pemberi energi dan kekuatan pada metabolisme lemak dan karbohidrat, sebagai penunjang kesehatan gigi dan gusi, untuk sintesis DNA serta penyerapan dan pemakaian kalsium. Kebutuhan fosfor bagi ibu hamil tentu lebih banyal dibandingkan saat-saat tidak mengandung, terutama untuk pembentukan tulang janinnya. Jika asupan fosfor kurang, janin akan mengambilnya dari sang ibu. Ini salah satu penyebab penyakit tulang keropos pada ibu. Kebutuhan fosfor akan terpenuhi apabila konsumsi protein juga diperhatikan.

Kandungan vitamin A yang mencapai 1.600 SI per 100 g membuat belut sangat baik untuk digunakan sebagai pemelihara sel epitel. Selain itu, vitamin A juga sangat diperlukan tubuh untuk pertumbuhan, penglihatan, dan prows reproduksi.

Belut juga kaya akan vitamin B. Vitamin B umumnya berperan sebagai kofaktor dari suatu enzim, sehingga enzim dapat berfungsi normal dalam proses metabolisme tubuh. Vitamin B juga sangat penting bagi otak untuk berfungsi normal, membantu membentuk protein, hormon, dan sel darah merah.

Lemak
Meskipun mempunyai nilai gizi yang tinggi, kandungan lemak pada belut cukup tinggi, yaitu mencapai 27 g per 100 g. Lebih tinggi dibandingkan lemak pada telur (11,5 g/100 g) dan daging sapi (14,0 g/100 g).

Walaupun kadar lemaknya tinggi, belut tidak perlu dihindari dalam pola makan kita. Bagaimanapun, lemak memegang peran penting sebagai somber kelezatan, sumber energi, penyedia asam lemak esensial, dan tentu saja sebagai pembawa vitamin min larut lemak (A, D, E dan K).

Pada lemak ikan terdapat vitamin D yang cukup tinggi, yaitu 10 kali lipat dibandingkan bagian dagingnya dan 50 kali lipat vitamin D yang terdapat pada susu. Vitamin D sangat berguna bagi tubuh untuk membantu penyerapan kalsium dan menghalanginya dad proses resorpsi (pelepasan kalsium dad tulang).

Upaya untuk mengurangi kadar lemak pada belut adalah dengan cara dipanggang di atas bara api. Proses pemanggangan akan menyebabkan lemak mencair dan keluar dari daging belut, menetes ke bara api. Sebaiknya belut tidak diolah dengan cara digoreng, agar kadar lemaknya tidak bertambah banyak.

Seperti pada jenis ikan lain, belut juga mengandung asam lemak omega 3. Kadar omega 3 pada lemak ikan, termasuk belut, sangat bervariasi tetapi berkisar antara 4,48 persen sampai dengan 11,80 persen. Kandungan omega 3 pada ikan, tergantung kepada jenis, umur, ketersediaan makanan, dan daerah penangkapan.

Dan hasil penelitian, diketahui bahwa bagian tubuh ikan memiliki lemak dengan komposisi omega 3 yang berbeda-beda. Kadar omega 3 pada bagian kepala sekitar 12 persen, dada 28 persen, daging permukaan 31,2 persen, dan isi rongga perut 42,1 persen (berdasarkan berat kering).

Belut dan Jengkol
Nah, saudara-saudara mikir apalagi, hayo kita makan dengan lahap hidangan masakan belut. Mau digoreng, digulai, dipepes atau dibakar... monggo. Sesuai kesukaan dan selera masing-masing. Dan jangan lupa ditambah semur jengkol, pasti rasanya top markotop. *lho, jengkol kok ikutan* Mertua lewat juga gak bakalan keliatan *mertua lewat jalan depan rumah, saya makan di ruang makan deket dapur, hayo gimana bisa keliatan..*

referensi :
- Tabloid SENIOR
- http://iswadi37.wordpress.com
- http://agromedia.net/


Jumat, 23 Januari 2009

Blog Baru

Bismillahirrahmanirrahim,
Alhamdulillahirabbil'alamin,

Akhirnya jadi juga blog aku di blogspot ini. Terima kasih kepada temanku Robby yang sudah mengompori aku untuk bikin blog ini, tengqiu fren.

Kenapa blog aku ini judulnya alrisjualan? Memang begitulah adanya tujuan bikin blog di blogspot ini. Ya, jualan ide, pemikiran, tulisan dan sangat diinginkan jual barang beneran. Saya nanti akan menampangkan di blog ini beberapa komoditas yang bisa dijual, semoga laris manis.

Menyimak cerita dari rekan-rekan yang sudah sukses berkat jualan secara online, maka kenapa tidak saya coba cara ini? Bukankah saat ini, setelah kena phk, tepat untuk memulai hal yang baru.

Dengan hal-hal yang saya sebutkan diatas dan ada kecendrungan global peningkatan penggunaan internet untuk segala sektor kehidupan, maka hadirlah blog baru saya ini. Semoga bermanfaat buat semua, amin.

Salam,
Y. Alris